Ars Goetia — Mengenal 72 Spirits | Bagian 05
Ia dikenal mampu menjawab pertanyaan mengenai hal-hal tersembunyi, mengajarkan keterampilan mekanis, dan mengubah bentuk manusia. Tetapi ada satu kemampuan yang membuatnya berbeda: ia disebut dapat menyebabkan penyakit sekaligus menyembuhkannya.
Namanya Marbas.
Dalam Ars Goetia, bagian pertama dari Lemegeton atau The Lesser Key of Solomon, Marbas menempati urutan kelima dari 72 roh. Ia mempunyai gelar Great President dan memerintah 36 legiun roh. Perpaduan antara penyakit dan penyembuhan menjadikan Marbas salah satu figur yang menarik dalam demonologi Eropa.
Identitas Marbas
- Nama: Marbas
- Nama alternatif: Barbas
- Urutan: 5 dari 72 Spirits
- Gelar: Great President
- Legiun: 36 legiun roh
- Penampilan awal: Singa besar
- Perubahan wujud: Manusia, atas permintaan pemanggil
- Kemampuan: Mengungkap hal tersembunyi, menyebabkan dan menyembuhkan penyakit, mengajarkan seni mekanis, serta mengubah bentuk manusia
- Sumber klasik: Pseudomonarchia Daemonum dan Ars Goetia
Sebelum Ars Goetia dikenal dalam bentuk manuskrip abad ke-17, Marbas telah muncul dalam Pseudomonarchia Daemonum karya Johann Weyer pada abad ke-16. Dalam katalog tersebut, ia disebut Marbas atau Barbas.
Deskripsi Weyer mempunyai banyak kesamaan dengan Ars Goetia. Keduanya menggambarkan Marbas sebagai President yang muncul dalam bentuk singa, kemudian dapat mengambil rupa manusia. Kemampuannya pun hampir sama: menjawab mengenai hal tersembunyi, menyebabkan dan menyembuhkan penyakit, mengajarkan keterampilan mekanis, serta mengubah bentuk manusia. Kesamaan ini memperlihatkan kesinambungan tradisi tekstual antara katalog Weyer dan Ars Goetia.
Dalam Ars Goetia, Marbas digambarkan pertama kali muncul sebagai singa besar. Setelah itu, atas permintaan pemanggil, ia mengambil bentuk manusia. Gambaran serupa juga ditemukan dalam Pseudomonarchia Daemonum, meskipun Weyer menggunakan bahasa yang menekankan kekuatan singa tersebut. Singa mempunyai sejarah simbolisme yang panjang dalam berbagai kebudayaan. Hewan ini sering dikaitkan dengan kekuasaan, keberanian, kekuatan, dan kewibawaan.
Marbas disebut mampu memberikan jawaban yang benar mengenai hal-hal tersembunyi atau rahasia. Keterangan tersebut merupakan bagian dari fungsi yang dikaitkan dengannya. Apakah hal itu berarti Marbas selalu jujur? Belum tentu. Dalam naskah memang menyatakan bahwa ia menjawab dengan benar mengenai hal tersembunyi. Namun, pernyataan tersebut tidak sama dengan biografi psikologis yang menetapkan bahwa Marbas selalu berkata jujur dalam setiap keadaan.
Kita juga tidak dapat menyimpulkan bahwa Marbas merupakan sosok yang baik hanya karena ia mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit.
Dalam Ars Goetia, Marbas tidak hanya dikaitkan dengan penyembuhan, tetapi juga dengan kemampuan menyebabkan penyakit. Hal ini memperlihatkan bahwa kemampuannya digambarkan mempunyai dua arah.
Marbas mempunyai beberapa kemampuan utama yang tercatat dalam sumber klasik.
1. Mengungkap hal-hal tersembunyi dan rahasia
Ars Goetia menyatakan bahwa Marbas dapat menjawab dengan benar mengenai sesuatu yang tersembunyi atau dirahasiakan. Kemampuan ini mempunyai kemiripan dengan Vassago, roh ketiga Ars Goetia, yang juga dikaitkan dengan penemuan hal tersembunyi.
Namun, terdapat perbedaan dalam deskripsinya.
Vassago secara khusus dikaitkan dengan masa lalu, masa depan, dan penemuan sesuatu yang hilang. Sementara itu, Marbas disebut memberikan jawaban mengenai hal tersembunyi atau rahasia. Ars Goetia tidak menjelaskan apakah kemampuan Marbas mencakup membaca pikiran, mengungkap kebohongan, atau mengetahui seluruh rahasia seseorang. Karena itu, perluasan kemampuan tersebut harus ditelusuri ke sumber lain.
Dalam interpretasi simbolik, kemampuan mengungkap rahasia dapat dikaitkan dengan usaha memahami penyebab sesuatu yang belum diketahui.
2. Menyebabkan penyakit
Salah satu kemampuan paling mencolok dari Marbas adalah menyebabkan penyakit. Dalam konteks grimoire, kemampuan ini merupakan klaim supernatural. Namun, dalam penjelasannya tidak menyebutkan jenis penyakit tertentu yang dapat ditimbulkannya.
Tidak dijelaskan pula apakah penyakit tersebut bersifat fisik, mental, atau mempunyai karakteristik khusus. Karena itu, kita tidak dapat menetapkan daftar penyakit yang berada di bawah kekuasaan Marbas hanya berdasarkan Ars Goetia.
Dalam sejarah Eropa, penyakit pernah dipahami melalui berbagai kerangka penjelasan, termasuk ketidakseimbangan cairan tubuh, pengaruh lingkungan, hukuman ilahi, dan campur tangan supernatural. Gambaran Marbas perlu ditempatkan dalam konteks perkembangan kepercayaan tersebut.
3. Menyembuhkan penyakit
Kemampuan berikutnya merupakan kebalikan dari kemampuan sebelumnya. Marbas disebut dapat menyembuhkan penyakit. Menariknya, kedua kemampuan tersebut disebut secara berdampingan dalam Ars Goetia.
Hal ini memperlihatkan bahwa tradisi grimoire tidak selalu memisahkan kemampuan yang dianggap bermanfaat dari kemampuan yang dapat menimbulkan kerugian.
4. Mengajarkan Mechanical Arts
Marbas juga dikaitkan dengan kemampuan memberikan kebijaksanaan dan pengetahuan mengenai mechanical arts. Istilah ini perlu dipahami berdasarkan konteks sejarah. Dalam tradisi pendidikan Eropa, mechanical arts berkaitan dengan keterampilan praktis, kerajinan, dan pekerjaan yang menggunakan pengetahuan teknis.
Bidang tersebut berbeda dari liberal arts, yang secara tradisional mencakup trivium dan quadrivium. Jika Samigina dikaitkan dengan ilmu-ilmu liberal, maka Marbas mempunyai hubungan yang lebih jelas dengan pengetahuan praktis dan keterampilan mekanis.
Dalam konteks sejarah, hal ini dapat mencakup berbagai pekerjaan tangan dan kerajinan.
5. Mengubah bentuk manusia
Kemampuan terakhir Marbas adalah mengubah manusia menjadi bentuk lain. Dalam teks klasik, kemampuan ini disebut secara langsung, tetapi tidak dijelaskan secara terperinci.
Tidak diketahui bentuk apa saja yang dimaksud, apakah perubahan tersebut bersifat sementara atau permanen, maupun bagaimana prosesnya terjadi. Kemampuan tersebut juga perlu dibedakan dari perubahan wujud Marbas sendiri.
Marbas digambarkan dapat berubah dari singa menjadi manusia. Sementara itu, kemampuan mengubah manusia merujuk pada perubahan yang diklaim dapat dilakukannya terhadap orang lain.
Dalam pembacaan simbolik, perubahan bentuk dapat dikaitkan dengan transformasi identitas atau cara seseorang memahami dirinya. Namun, makna tersebut merupakan interpretasi modern dan bukan penjelasan langsung dari grimoire.
Dalam banyak tradisi mitologis dan religius, kekuatan yang dianggap mampu mendatangkan suatu keadaan terkadang juga dipercaya mampu menghilangkannya.
Dalam pendekatan simbolik, hal ini membuka pembahasan mengenai hubungan antara pengetahuan dan tanggung jawab. Seseorang yang memahami suatu sistem dapat menggunakan pengetahuannya untuk memperbaiki atau merusaknya. Pengetahuan medis, misalnya, dapat digunakan untuk membantu manusia. Namun, penyalahgunaan pengetahuan juga dapat menimbulkan bahaya. Perbandingan ini merupakan refleksi mengenai tanggung jawab manusia terhadap pengetahuan, bukan pembenaran atas klaim kemampuan supernatural Marbas.
Ada sesuatu yang menarik ketika kita memperhatikan kemampuan Marbas secara keseluruhan.
Ia dikaitkan dengan pengetahuan tersembunyi, penyakit, penyembuhan, keterampilan mekanis, dan perubahan bentuk. Sekilas, kemampuan tersebut tampak berada dalam bidang yang berbeda. Namun, melalui pendekatan simbolik, kita dapat menemukan satu tema yang menghubungkannya: pengetahuan mengenai cara sesuatu bekerja.
Untuk memahami sebuah mesin, seseorang perlu mengetahui bagian-bagian yang menyusunnya. Untuk menangani penyakit, manusia memerlukan pengetahuan mengenai kondisi tubuh dan penyebab gangguan yang terjadi. Untuk memahami suatu persoalan, kita perlu mencari informasi yang belum diketahui. Dan untuk melakukan perubahan, kita perlu mengenali keadaan yang ingin diubah.
Namun, pengetahuan tidak selalu menjamin bahwa seseorang akan menggunakannya secara bertanggung jawab. Seseorang dapat mengetahui cara memperbaiki sesuatu, tetapi juga mengetahui cara merusaknya.
Dalam pendekatan reflektif, Marbas dapat menjadi simbol bagi hubungan antara kemampuan, pengetahuan, dan tanggung jawab. Kita mungkin menginginkan kekuatan untuk mengubah keadaan, tetapi belum tentu mempertimbangkan akibat dari perubahan tersebut.
Referensi
- Johann Weyer, Pseudomonarchia Daemonum, entri Marbas atau Barbas.
- Lemegeton Clavicula Salomonis, bagian Ars Goetia, entri kelima: Marbas.
- S. L. MacGregor Mathers dan Aleister Crowley, The Goetia: The Lesser Key of Solomon the King (1904).
- Joseph H. Peterson, The Lesser Key of Solomon: Lemegeton Clavicula Salomonis (2001).
Catatan: Artikel ini membahas Ars Goetia dari perspektif sejarah, demonologi, dan interpretasi simbolik. Klaim mengenai kemampuan supernatural tidak dimaksudkan sebagai fakta ilmiah yang telah terbukti dan tidak menggantikan pengetahuan atau perawatan medis.
Valefor
Amon
Barbatos
Paimon
Buer
Gusion
Sitri
Beleth
Leraje (Leraie)
Eligos (Eligor)
Zepar
Botis
Bathin
Sallos (Saleos)
Purson
Marax (Morax)
Ipos
Aim (Aym)
Naberius
Glasya-Labolas
Bune (Bimé)
Ronové
Berith
Astaroth
Forneus
Foras
Asmoday (Asmodeus)
Gaap
Furfur
Marchosias
Stolas
Phenex (Phoenix)
Halphas
Malphas
Raum
Focalor
Vepar
Sabnock
Shax
Vine
Bifrons
Vual (Uvall)
Haagenti
Crocell
Furcas
Balam
Alloces (Alocer)
Caim (Camio)
Murmur
Orobas
Gremory (Gomory)
Ose (Oso)
Amy (Avnas)
Orias (Oriax)
Vapula (Naphula)
Zagan
Valac (Volac)
Andras
Haures (Flauros)
Andrealphus
Cimejes (Kimaris)
Amdusias
Belial
Decarabia
Seere (Sear)
Dantalion
Andromalius

